Posts

Menuju Aset Negara yang Optimal

  Pembangunan Sumber Daya Manusia dan pembangunan infrastruktur adalah dua dari lima program prioritas Pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin yang bertujuan untuk mempercepat upaya pembangunan menuju Indonesia maju. Program tersebut memerlukan anggaran yang dibiayai dari penerimaan negara yang saat ini masih mengandalkan dari sektor perpajakan. Namun demikian, pengelolaan aset negara yang optimal akan membantu pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa dengan mengoptimalkan sumber pendapatan negara dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) guna memperkuat ketahanan fiskal dan mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2018 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak dimana pengelolaan kekayaan negara (Barang Milik Negara/BMN) menjadi salah satu objek PNBP yang diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan penerimaan negara. Dalam rangka mewujudkan optimalisasi kekayaan negara tersebut, Direktorat Jende...

Revaluasi Aset Negara di Perbatasan Negara

Image
Teringat kutipan pidato Ibu Menteri Keuangan pada upacara hari Oeang ke 72 dimana Beliau merasa bangga atas upaya Direktorat Jenderal Kekayaan Negara yang telah menyelesaikan kegiatan penilaian kembali aset negara (revaluasi BMN) sehingga total nilai Barang Milik Negara (BMN) s.d. 12 Oktober 2018 mencapai Rp5.728 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 272,42 persen dalam 10 tahun. Pencapaian tersebut merupakan hasil jerih payah rekan-rekan KPKNL di seluruh Indonesia yang telah berupaya secara optimal melakukan penilaian BMN pada seluruh Kementerian/Lembaga. Saya yang baru saja kembali ke KPKNL Jakarta V setelah menyelesaikan tugas belajar turut dilibatkan untuk ikut berkontribusi melakukan penilaian bersama rekan-rekan penilai lainnya. Untuk tahun 2018 ini, KPKNL Jakarta V fokus menilai BMN pada Kementerian Pertahanan/TNI. Namun demikian, walaupun hanya 1 kementerian tetapi sudah menjadi rahasia umum bahwa Kementerian Pertahanan/TNI merupakan salah satu kementerian dengan ju...

Peran Komunikasi Efektif Dalam Mengelola Perubahan Organisasi pada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara

Image
PEMBAHASAN STUDI KASUS I.        Latar Belakang Satu-satunya hal yang tetap di dunia ini adalah perubahan itu sendiri. Demikian sepenggal kalimat yang menunjukan bahwa dengan seiringnya waktu pasti akan ada perubahan yang terjadi. Perubahan tersebut dapat membawa dampak positif ataupun sebaliknya berdampak negatif kepada kehidupan kita. Oleh karena itu tinggal sejauh mana kita mempersiapkan menghadapi perubahan tersebut sehingga berdampak positif bagi kehidupan kita. Perubahan dapat terjadi dimana saja termasuk di dalam sebuah organisasi dengan pertimbangan untuk kemajuan atau perbaikan kinerja suatu organisasi tersebut. Salah satunya adanya program t ransformasi k elembagaan yang terjadi pada Kementerian Keuangan yang dimulai sejak tahun 2004 sampai dengan saat ini. Proses transformasi kelembagaan tersebut lebih dikenal dengan istilah reorganisasi Kementerian Keuangan yang didalamnya melibatkan konsultan McKinsey Global Institute (McKinsey) . McKi...

Encouragement - Prof. Rhenald Kasali, Ph.D

Image
Tulisan dari Prof Rhenald Kasali dibawah ini menurut saya bagus untuk di share, tulisan ini berintikan bahwa terdapat cara atau pandangan yang berbeda untuk menilai prestasi seseorang. Dalam kasus ini Prof Renald membandingkan antara yang umumnya terjadi di Indonesia dengan di Amerika, berikut tulisan lengkapnya: LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat,bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menye...